Pengikut

Minggu, 20 Februari 2022

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Dalam Kehidupan Bermasyarakat

 


Apa yang tergambar dalam benakmu setelah melihat gambar di atas...?
Apa yang dapat terbayangkan jika semua ummat islam menegakkan nilai ajaran islam dalam masyarakat..? Dan apa pula kenikmatan yang akan di berikan Alloh dalam masyarakat  yang melaksanakan ajaran Islam..? 
Pemikiran dan konsep “Masyarakat Islam” atau dalam Muhammadiyah dilengkap “Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya”, adalah konsep keagamaan dan bersifat kultural, bukan konsep politik seperti “Negara Islam”. Sebagian pihak luar, lebih-lebih saat ini ketika isu radikalisme dan khilafah mengemuka, kadang ada pihak awam atau aparat yang belum paham dan menyamakannya dengan pemikiran politik.
Dalam Muhammadiyah istilah, konsep, dan pemikiran “Masyarakat Islam” terkandung dalam Muqaddimah AD Muhammadiyah tahun 1946, satu tahun setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah 1946 terkandung   maksud dan tujuan Muhammadiyah  adalah “menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.
Pada tahun 1968 dalam Muktamar ke-37 di Yogyakarta bahkan telah dibahas tentang “Ciri Masyarakat Islam” yang hendak dicapai oleh Muhammadiyah. Menjelang Muktamar Satu Abad Muhammadiyah tahun 2010,  diselenggarakan Seminar dam kemudian dihasilkan buku tentang “Masyarakat Islam Yang Sebenar-benarnya (MIYS)” dengan sejumlah parameter untuk diwujudkan. Apa isi, esensi, serta  bagaimana konteks dan aktualisasinya dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
https://suaramuhammadiyah.id/2021/07/22/masyarakat-islam-indonesia/
Pengertian Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIM)
PHIM adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunah untuk menjadi pola bagi tingkah laku warga muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Landasan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang mendasarkan gerakannya kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Sehingga PHIM juga didasarkan kepada Qur’an dan Sunah yang kemudian dikembangkan dalam MKCH, MADM, dsb
Nilai Penting Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
·         Sebagai pedoman warga Muhammadiyah
·         Adanya perubahan sosial politik
·         Adanya perubahan alam pikir (pragmatis, materialistis, hedonis)
·         Adanya penetrasi budaya asing dan multi-kulturasisme akibat globalisasi.
·         Adanya perubahan orientasi nilai dan sikap dalam ber-Muhammadiyah.
Sifat Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
·         Mengandung hal-hal penting dan pokok
·         Bersifat pengkayaan
·         Aktual, -kekinian-
·         Memberikan arah bagi tindakan warga
·         Ideal, -dpt menjadi panduan-
·         Rabbani, -mengandung ajaran akhlaqi-
·         Taisir, -panduan yg mudah dipahami-
Tujuan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yg menunjukkan uswah khasanah menuju terwujudnya masyarakat madani.


Pesan KH Dahlan

 



“Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya.”


KH. Ahmad Dahlan adalah Pendiri Organisasi Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Selain tokoh masyarakat beliau adalah tokoh nasional. Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Kisah hidup dan perjuangan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadyah diangkat ke layar lebar dengan judul Sang Pencerah. Tidak hanya menceritakan tentang sejarah kisah Ahmad Dahlan, film ini juga bercerita tentang perjuangan dan semangat patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemikiran-pemikirannya yang dianggap bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya pada masa itu, dengan latar belakang suasana Kebangkitan Nasional. Berikut adalah beberapa Pesan, Nasehat dan Wasiat KH. Ahmad Dahlan :

Tulisan di Papan Tulis Dekat Tempat Tidur KH. Ahmad Dahlan. Tulisan ditulis dengan berbahasa arab yang artinya:
“Hai Dahlan, sungguh di depanmu pasti kau lihat perkara yang lebih besar dan mematikan, mungkin engkau selamat atau sebaliknya akan tewas.
Hai Dahlan, bayangkan kau sedang berada di dunia ini sedirian beserta Allah dan dimukamu ada kematian, pengadilan amal, surga, dan neraka. Coba kau piker, mana yang paling mendekati dirimu selain kematian. Mereka yang menyukai dunia bisa memperoleh dunia walaupun tanpa sekolah. Sementara yang sekolah dengan sungguh-sungguh karena mencintai akhirat ternyata tidak pernah naik kelas. Gambaran ini melukiskan orang-orang yang celaka di dunia dan akhirat sebagai akibat dari tidak bisa mengekang hawa-nafsunya. Apakah kau tidak bisa melihat orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu?”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Semangat Ber-Muhammadiyah
KH. Ahmad Dahlan Berkata:
“Mengapa engkau begitu bersemangat saat mendirikan rumahmu agar cepat selesai, sedangkan gedung untuk keperluan persyarikatan Muhammadiyah tidak engkau perhatikan dan tidak segera diselesaikan?”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

Nasehat KH. Ahmad Dahlan : Kewajiban Setiap Manusia
“Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksakan diri memenuhi kewajibanku beramal, bekerja, dan berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi perintah tuhan. Aku sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap manusia, terutama kewajiban umat Islam.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Muhammadiyah Untuk Semua
“Menjaga dan memelihara Muhammadiyah bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena itu aku senantiasa berdoa setiap saat hingga saat-saat terakhir aku akan menghadap kepada Illahi Rabbi. Aku juga berdoa berkat dan keridlaan serta limpahan rahmat karunia Illahi agar Muhammadiyah tetap maju dan bisa memberikan manfaat bagi seluruh ummat manusia sepanjang sejarah dari zaman ke zaman.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Teruslah Menuntut Ilmu Pengetahuan & Kembali Kepada Muhammadiyah
“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan ke mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (propesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Kutitipkan Muhammadiyah
KH. Ahmad Dahlan berkata:
“Mengingat keadaan tubuhku kiranya aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua sedangkan aku tidak memiliki harta benda yang bisa kutinggalkan kepadamu. Aku hanya memiliki Muhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian.”
“Karena itu, aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Kuberi Nama Muhammadiyah
“Usaha berjuang dan beramal tersebut aku lakukan dengan mendirikan persyarikatan yang aku beri nama Muhammadiyah. Dengan itu aku berharap kepada seluruh umat yang berjiwa Islam akan selalu tetap mencintai junjungan Nabi Muhammad dengan mengamalkan segala tuntunan dan perintahnya.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

Khittah KH. Ahmad Dahlan
Tidak Menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain;
tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik;
tidak sombang dan tidak berbesar hati jika menerima pujian;
tidak jubria (ujub, kikir, dan ria);
Mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni;
bersungguh hati terhadap pendirian.
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

Kemunduran Ummat Menurut KH. Ahmad Dahlan
Menurut pendapat KH. Ahmad Dahlan, kemunduran umat Islam karena sebagian besar umat Islam terlalu jauh meninggalkan ajaran Islam. Selain itu disebabkan pula oleh kemerosotan akhlak sehingga penuh ketakutan seperti kambing dan tidak lagi memiliki keberanian seperti harimau. KH. Ahmad Dahlan berkata:
“Karena itu, aku terus memperbanyak amal dan berjuang bersama anak-anakku sekalian untuk menegakkan akhlak dan moral yang sudah bengkok. Kusadari bahwa menegakkan akhlak dan moral serta berbagai persoalan Islam yang sudah bengkok memang merupakan tugas berat dan sulit.”
Lalu beliau melanjutkan:
“Namun demikian, jika kita terus bekerta dengan rajin disertai kesungguhan, kemauan keras, dan kesadaran tugas yang tinggi, maka insya Allah tuhan akan memberi jalan dan pertolongan-Nya akan segera tiba.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Jangan Tergesa-gesa Menyanggupi Suatu Tugas
KH. Ahmad Dahlan berkata :
“Hendaklah setiap warga Muhammadiyah jangan tergesa-gesa menyanggupi suatu tugas yang ditetapkan oleh sidang persyarikatan. Telitilah terlebih dahulu keputusan siding yang menetapkan engkau untuk melakukan suatu tugas apakah pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas yang telah engkau sanggupi sebelumnya. Jika itu terjadi, hendaklah kau permudah memenuhi tugas dalam waktu yang tidak bersamaan dengan tugas lainnya, agar engkau tidak mudah mempermainkan keputusan sidang dengan hanya mengirimkan surat atau memberi tahu ketika mendapati waktu pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas lainnya yang telah engkau snggupi sebelumnya.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Jangan Gampang Memperebutkan Tanah
KH. Ahmad Dahlan Berkata:
“Hendaklah engkau tidak gampang melibatkan diri dalam perebutan tanah sehingga bertengkar dan berselisih, apalagi bertengkar dan berselisih di muka pengadilan. Jika itu engkau lakukan, maka Allah akan menjauhkanmu memperoleh rejeki dari tuhan.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Dokter Untuk Kaum Perempuan
Suatu ketika, KH. Ahmad Dahlan bertanya kepada anak-anak muda perempuan Muhammadiyah, “Apakah kamu tidak malu jika auratmu dilihat kaum lelaki?” Anak-anak muda perempuan itu serentak menjawab bahwa mereka akan malu sekali jika hal itu terjadi. Kiai lalu berkata: “jika kau malu, mengapa jika kau sakit lalu pergi ke dokter laki-laki, apalagi ketika hendak melahirkan anak. Jika kau memang benar-benar malu, hendaknya kau terus belajar dan belajar dan jadilah dokter sehingga akan ada dokter perempuan untuk kaum perempuan!”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Anak Muda Muhammadiyah akan Tersebar Ke Seluruh Dunia
KH. Ahmad Dahlan Berkata:
“Di masa yang akan datang, anak-anak warga Muhammadiyah tidak hanya akan tersebar di seantero tanah air, tapi akan tersebar ke seluruh dunia. Penyebaran anak-anak muda Muhammadiyah tersebut juga bukan semata-mata karena tugas keilmuan, melainkan juga akibat hubungan perkawinan.”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan : Alasan Tidak Memenuhi Tugas
KH. Ahmad Dahlan berkata:
“Jika engkau meminta izin tidak melakukan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan oleh suatu keputusan sidang persyarikatan seperti untuk bertabligh, janganlah engkau meminta izin kepadaku, tapi memintalah izin kepada Tuhan dengan mengemukakan alasan-alasan. Beranikah engkau mempertanggungjawabkan tindakanmu itu kepada-Nya?”
“Jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut karena alasan tidak mampu, maka beruntunglah engkau! Aku akan mengajarkan kepadamu bagaimana memenuhi tugas tersebut. Tapi, jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut hanya karena sekedar enggan, maka tiadalah orang yang bisa mengatasi seseorang yang memang tidak mau memenuhi tugas. Janganlah persoalan rumah tangga dijadikan halangan memenuhi tugas kemasyarakatan!”
Sumber: Mulkhan, Munir, Prof. Dr. SU. 2007. Pesan dan Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah. Yogyakarta: Penerbit Suara Muhammadiyah.


https://sangpencerah.id/2013/10/pesan-pesan-khahmad-dahlan/

Minggu, 13 Februari 2022

Latihan Soal Pedoman Hidup Warga muhammadiyah Kelas 9 semester 2






Soal Kemuhammadiyahan

Pilihan Ganda !

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar dengan menyilang (X) pada salah satu jawaban yang tepat A, B, C, D, dan E

1.Mempertinggi mutu anggota dan membentuk kader merupakan isi dari....

   a. Khittah Palembang

   b. Khittah  Ponorogo

   c. Khittah Surabaya

   d. Khittah Ujung Pandang

    e. Khittah Denpasar

2. Maksud dan tujuan Khittah adalah sebagai ...

     a. pelengkap perjuangan Muhammadiyah

     b. penyempurna keanggotaan Muhammadiyah

      c. tujuan dan cita-cita anggota Muhammadiyah

     d. tuntunan, pedoman, dan arahan perjuangan anggota Muhammadiyah

     e. pendukung sekunder dalam menggerakkan amal Usaha Muhammadiyah

3.Dibawah ini yang termasuk dari langkah amali adalah.....

    a. Memperdalam masuknya iman

     b. Memperluas Paham agama

     c. Mengadakan konferensi bagian

      d. Memperluas budi pekerti

      e.Menegakkan keadilan

4.Langkah yang masih memperlukan sebuah keterangan di sebut....

   a. Langkah Amali

   b. Langkah Ilmiah

   c. Langkah Alamiah

  d. Langkah Yaumiyah

  e. Langkah Amaliyah

5. Salah satu butir Khittah Surabaya adalah…

     a. Hakekat Muhammadiyah

    b. Memperluas paham iman

     c. Memperluas budi pekerti

     d. Memperdalam masuknya iman

      e. Menegakkan keadilan

6.Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah merupakan keputusan muktamar muhammadiyah ke.....

    a. 44               c. 45              e. 47

    b. 34               d. 35

7. Pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang  bersumber pada......

  a. Al Quran

  b. As Sunnah

   c. Ijtihad

  d. Hadits

   e. Al Quran dan As Sunnah

8.Berikut ini isi dari kerangka bagian ketiga membahasa tentang.....

   a. Pendahuluan

  b.  Islami dan Kehidupan

  c. Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

  d. Tuntunan Pelaksanaan

  e. Penutup

9.Berikut yang bukan isi dari Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah adalah

    a. Pemahaman                 c. Tujuan                             e. Landasan dan Sumber

     b. Kepentingan                d. Bagian

10.Muktamar ke 44 dilaksanakan di......

     a. Bandung                     c. Surabaya                      e. Jambi

      b. Jakarta                        d. Malang

11.Berikut merupakan organisasi otonom dalam Muhammadiyah, kecuali ...

      a.  PAN                        c.HW                e.NA

      b. IMM                         d. IPM

12.  Apa tujuan dari Muhammadiyah sebagai gerakan islam yaitu . . .

       a.  Memberikan pertolongan kepada masyarakat

      b.  Membentuk persyaratan yang bermutu di masyarakat

     c.  Menegakkan dan menjujunjung tinggi agama islam

     d.  Menempatkan al-Qur’an di sisi masyarakat

      e.  Memajukan perserikatan Muhammadiyah

13.Khittah Palembang disahkan pada muktamar ke...di .....

      a. 33,Palembang           c. 34,Palembang              e.35,Palembang

      b. 33,Surabaya              d. 34,Surabaya

14.Dibawah yang bukan sifat dari Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

       a. Aktual                        c. Ideal                      e. Seimbang

       b. Rabbani                      d.Tafsir

 

15. Al qur an dan sunnah merupakan.....dari Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

      a. Pemahaman                                     c. Sifat                                       e. Kerangka

      b. Landasan dan sumber                    d.Kepentingan

 

Essay

Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar !

1.Sebutkan langkah dua belas yang termasuk dari langkah ilmiah!

 

2.Sebutkan isi dari keramgka pedoman hidup Islami Warga muhammadiyah?

dirumuskan dalam kerangka sistematika sebagai berikut:

1).  Bagian Umum : Pendahuluan

2).  Bagian Kedua : Islam dan Kehidupan

3). Bagian Ketiga : Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

3.Apa yang dimaksud dengan Pedoman hidup islami warga muhammadiyah?

4.Apakah yang dimaksud dengan:

   a. Maksud dan tujuan khittah

    b.Fumgsi khittah

5.Apa yang dimaksud dengan kader muhammadiyah?

  

Jumat, 11 Februari 2022

Soedirman Pahlawan Kader Muhammadiyah bab 4 semester 2 kelas 7

 

Soedirman Pahlawan Kader Muhammadiyah. Dia aktivis Hizbul Wathan dan Pemuda Muhammadiyah. Pernah jadi guru HIS Muhammadiyah Cilacap. Istrinya, Siti Alfiah, pegiat Nasyiatul Aisyiyah.


Jenderal Soedirman adalah Pahlawan Nasional, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 314 Tahun 1964.

Soedirman sangat berjasa dalam perjuangan (mempertahankan) kemerdekaan Indonesia. Seperti tampak dalam sekilas jejak perjuangannya ini:

Pada usia 29 tahun—yaitu pada 12 November 1945—dia terpilih menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR)—kini TNI (Tentara Nasional Indonesia). Lalu dilantik oleh Presiden Soekarno di Gondokusuman, Yogyakarta, 18 Desember 1945.

Sebelumnya Soedirman yang lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januai 1916 itu adalah Komandan Batalion Kroya (1943) dan Panglima TKR Banyumas (1945).

Pada tanggal 12-15 Desember 145 Soedirman memimpin perang besar pertamanya melawan Sekutu di Ambarawa dan berhasil memukul mundur Sekutu ke Semarang.

Saat Agresi Militer Belanda I—-21 Juli-5 Agustus 1945—Soedirman bersama Divisi Siliwangi yang kala itu dipimpin A.H. Nasution hijrah ke Jawa Tengah.

Pada 19 Desember 1948, Soekarno-Hatta ditangkap saat Agresi Militer Belanda II yang dipimpin Jenderal Simon Hendrik Spoor dengan Operasi Gagak-nya. Soedirman memilih berangkat perang dan memerintahkan tentara melakukan Perang Gerilya yang dilakukan sepanjang Yogyakarta, Wonogiri, Kediri, hingga Pacitan.

Soedirman memerintahkan Soeharto memimpin Serangan Umum ke Yogyakarta pada 1 Maret 1949.

Pada 20 Mei 1949 Jenderal Spoor tewas di restoran De Jachtclub Jakarta, diduga karena diracun. Operasi mliter Belanda dipimpn D.E.A van Langen.


Pada 3 Agustus 1949 Presiden Soekarno memerinahkan gencatan senjata. Soedrman tak setuju dan membuat surat pengunduran diri, tapi dibatalkan.

Terjadi Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Hasilnya Belanda mengakui Nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat. Soedriman bersama Soekarno-Hta kembali ke Jakarta.

Saat memimpin Perang Gerilya, Soedirman mengidap penyakit TB (Tuberculosis) sampai dia harus ditandu. Dia pernah dirawat di Panti Rapuh, Oktober-November 1948 dan Agustus-Oktober 1949.

Soedirman wafat tanggal 29 Januari 1950 di Magelang Jawa Tengah dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Semaki Yogyakarta.

Soedirman Pahlawan Kader Muhammadiyah

Semua orang tahu Soedirman adalah pejuang bangsa. Tapi mungkin tidak semua orang tahu Soedirman adalah pejuang bangsa kader Muhammadiyah. Dia adalah kader Hizbul Wathan. Soedirman juga pernah aktif di Pemuda Muhammadiyah dan menjadi guru di sekolah Muhammadiyah.

Menurut buku Soedirman Seorang Panglima Seorang Martir – Seri Buku Tempo: Tokoh Militer yang diterbitkan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia, 2012, perkenalan Soedirman dengan Muhammadyah bermula di bangku MULO Wiworotomo.

Tak hanya aktif dalam kegiatan intrasekolah Putra-Putri Wiworotomo, Soedirman, yang gemar berorganisasi untuk melatih kedisiplinan, juga bergabung dalam Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathan—kepanduan di bawah payung—kini organisasi otonom—Muhammadiyah

Pada usia 17 tahun, Soedirman menduduki posisi mentereng: Menteri Daerah Hizbul Wathan Banyumas—kini setingkat ketua kwartir daerah (kwarda). Selain Cilacap, wilayah yang dikuasainya meliputi Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Berbagai aktivitas itu membuka jalan untuk berkenalan dengan Sastroatmodjo, pengusaha sukses di Cilacap. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cilacap ini mempunyai seorang putri bernama Siti Alfiah, yang kelak menjadi istri Soedirman.

Soedirman muda kerap datang ke rumah Mbah Sastro membicarakan berbagai masalah organisasi. Lambat-laun dia menjadi akrab dengan Alfiah, yang aktif di Nasyiaul Aisyiyah—atau populer disebut Nasyiah—organisasi keputrian Muhammadiyah.

Setahun setelah menjadi guru sekolah dasar di Hollandsch-Inlansche School (HIS) Muhammadiyah Cilacap, pada 1936, Soedirman menikahi Alfiah.

Soedirman mengajar di HIS Muhammadyah Cilacap karena tokoh Muhammadiyah Cilaap yang juga guru pribadinya. Dia adalah R. Mohammad Kholil.

Menurut Marsidik—salah satu murid HIS Muhamamdiyah Cilacap yang diwawancarai Tempo tahun 1997—cara mengajar Soedirman tidak menoton. Terkadang diselingi candaan. Juga sering diselingi pesan agama dan nasionalisme.

“Soedirman juga sering mengambil kisah-kisah pewayangan,” ujarnya.

Tak Surut Usai Menikah

Alih-alih surut, setelah menikah, semangat berorganisasi Soedirman semakin menggelora.

Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, putra bungsu Soedirman—mengulang cerita ibunya—mencertakan dia mengetahui bahwa kakak tertuanya bernama Achmad Tidarwono lahir prematur pada 1937, setelah Soedirman dan Alfiah mengikuti kongres Muhammadiyah di Bukit Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

“Ibu kecapekan. Mas Tidar lahir dalam perjalanan pulang,” ujar Teguh. Nama Tidarwono, yang berartiHutan Tidar, disematkan untuk mengenang peristiwa tersebut.


Soedirman juga tak pernah absen dalam perkemahan Hizbul Wathan. Letnan satu (Purnawirawan) Hayyun Suritman, 86 tahun pada 2012, masih ingat kejadian saat perkemahan tiga malam di Batur, Banjarnegara, 1941. Ketika itu dia masih berusia 15 tahun, mewakili Hizbul Wathan Purwokerto.

Hari mulai gelap ketika hujan turun disertai sambaran petir. Saking derasnya hujan, Hayyun bercerita, air merembes hingga pelan-pelan membasahi bagian dalam tenda.

Sebagian dari seratusan peserta asal Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara berteduh ke rumah-rumah penduduk.

“Tapi Pak Dirman tetap berada di dalam tenda,” kata Hayyun yang juga Ketua Hizbul Wathan Cilacap, kepada Tempo.

Karier mengajar Soedirman tergolong moncer. Baru beberapa tahun Soedirman menjadi guru, para pengajar di HIS Muhammadiyah sepakat menunjuk dia sebagai kepala sekolah. Jabatan itu diembannya hingga sekolah tersebut terpaksa tutup pada 1941-1942.

Belanda mengambil alih HIS Muhammadiyah dan mengubahnya sebagai markas dadakan di Cilacap. “Ketika itu Jepang mulai datang, Belanda kewalahan dalam Perang Asia Timur Raya,” kata Sardiman, dosen Sejarah dan mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Penutupan paksa HIS Muhammadiyah tak memadamkan dedikasi Soedirman. Bersama beberapa temannya, dia mendirikan dan mengetuai Perkoperasian Bangsa Indonesia (Perbi), untuk membantu perekonomian masyarakat yang mulai kritis di bawah pendudukan Jepang.

Tak perlu waktu lama, beberapa koperasi lainnya lahir di Cilacap, sehingga menimbulkan persaingan yang tak sehat. Lagi-lagi Soedirman turun tangan menyatukan koperasi-koperasi tadi dalam Persatuan Koperasi Indonesiaa Wijayakusuma.

Dia juga membentuk Badan Pengurus Makanan Rakyat yang mengumpulkan makanan dan mendistribuskanya pada masyarakat yang membutuhkan. Sejak saat itu nama Sodirman melambung di Cilacap. Jepang kepincut dan mengangkatnya sebgai Syu Sangikai alias Dewan pertimbangan Karesidenan Cilacap. (*)


Sumber:Soedirman Pahlawan Kader Muhammadiyah | PWMU.CO | Portal Berkemajuan




Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Dalam Kehidupan Bermasyarakat

  Apa yang tergambar dalam benakmu setelah melihat gambar di atas...? Apa yang dapat terbayangkan jika semua ummat islam menegakkan nilai aj...